Ini Dia Pesaing Avanza Ertiga, Honda Mobilio

By | October 26, 2013

honda mobilio

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Honda akan memproduksi mobil kelas low MPV, kini setelah dipamerkan pada gelaran IIMS lalu Honda memperkenalkan mobil barunya Mobilio. Mobil ini dirancang untuk memenuhi ketidakpuasan konsumen pada mobil-mobil low MPV lainnya yang sudah beredar luas.

Mobilio akan bermain pada segmen yang sudah dikuasai oleh Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, dan Suzuki Ertiga. Ini adalah mobil pertama Honda yang masuk segmen LMPV (low multi purpose vehicle). Honda Mobilio tersedia dalam dua pilihan transmisi, matic dan manual. Dua tipe dihadirkan, S dan E. Keduanya dipasangi mesin yang sama, 1.5 liter SOHC 4-silinder segaris 16 katup dengan teknologi i-VTEC. Mesin tersebut bertenaga 118 HP dengan torsi 14,4 Nm. Harga yang akan dipasarkan tentunya pada kisaran 150 juta – 180 juta seperti harga pada mobil pesaing-pesaingnya.

Tidak seperti pesaingnya semacam Avanza-Xenia dan Ertiga, bentuk Mobilio lebih merebah seperti halnya sedan sehingga sebenarnya lebih condong ke station wagon. Mungkin jika dibandingkan bentuknya lebih seperti Nissan Livina yang merebah, namun harga termurah Livina sama dengan harga termahal untuk Mobilio.

Honda Mobilio ini punya panjang 4.390 mm, lebar 1.680 mm, dan tinggi 1.610 mm, sementara jarak antar-poros roda 2.650 mm. Jarak antara bodi hingga tanah adalah 185 mm sementara radius putarnya 5.200 mm. Dibandingkan dengan Avanza-Xenia? Mobilio lebih panjang 250 mm (mengacu pada panjang duo Toyota-Daihatsu tersebut, yakni 4.140 mm). Bagaimana dengan Ertiga? Honda Mobilio masih tetap unggul dengan ukuran lebih panjang 125 mm (panjang Suzuki Ertiga 4.265 mm).

Perbedaan panjang ini tentu menunjukkan seberapa lega ruang yang tersedia bagi pengemudi dan para penumpangnya. Hal ini tentu menjadi pertimbangan, terutama jika kursi baris ketiga atau paling belakang diisi juga oleh penumpang.

Biasanya, dimensi yang disediakan bagi ruang untuk kaki (lutut) penumpang belakang di mobil 7-penumpang lainnya kerap diabaikan. Alhasil, duduk di baris ketika kerap kali bikin lutut mentok dan melelahkan saat perjalanan jauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *